Properti di Semarang

Menurut Vice President Coldwell Banker Property Connections Residential Iwan Risdianto, faktor lain yang ikut mendorong geliat properti tahun ini adalah bergulirnya pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

“Hal ini mendorong konsumsi produk properti menengah dan menengah bawah yang dibanderol di bawah Rp 500 juta per unit,” tuturnya.

Hal itu diamini Wibisono. Dia mengatakan, segmen yang masih moncer adalah low end apartment atau rumah susun sederhana milik (rusunami). “Selain faktor ekonomi, yang mendukung adalah faktor politik,” katanya.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat mengaku sepanjang enam bulan pertama 2017, pihaknya mengantongi penjualan sekitar Rp 1,4 triliun atau melonjak sekitar 50% dibandingkan periode sama 2016.

Dia menjelaskan, pertumbuhan secara umum ditopang oleh produk residensial, hospitality, dan lifestyle mall. Kontributor yang dominan adalah apartemen mahasiswa yang dibangun PP Properti di dekat kampus seperti Evencio Depok, Alton Tembalang Semarang, dan Begawan Tlogomas Malang. Sedangkan apartemen upper class Grand Hamaya Surabaya juga membukukan penjualan yang spektakuler pada peluncuran perdananya beberapa waktu lalu.

“Untuk hospitality yang dominan adalah dari Park Hotel Jakarta, sedangkan lifestyle mall adalah dari Lagoon Avenue Mall GKL,” ujar Taufik.

Terkait apartemen, kata dia, faktor yang membuat tingginya penjualan karena pihaknya mengusung konsep apartemen mahasiswa bebas narkoba. Selain itu, lokasinya juga strategis di dekat kampus sehingga disukai konsumen khususnya para orang tua mahasiswa serta para pengusaha dormitory (kos-kosan).

“Di samping itu, dengan adanya apartemen-apartemen PP Properti yang sudah serah terima di beberapa lokasi seperti Gunung Putri dan Surabaya, menimbulkan keyakinan para konsumen,” papar dia.

Jual Rumah di Semarang

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *