Kejurnas Arung Jeram di Progo

Olahraga petualangan Indonesia kembali semarak di awal tahun. Juara Dunia Arung Jeram dan peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 kelas U-19 (di bawah 19 tahun) putri dari regu pengelola wisata arung jeram Arus Liar, Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat berhasil membuktikan reputasi meerka sebagai pedayung putri terkuat Indonesia di kelompok umurnya.

Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R6 2017 di Sungai Progo, Desa Sendang Sari, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta lomba hari pertama (Sabtu, 28/1) kemarin, tak tanggung-tanggung, dua medali emas langsung mereka rebut. Di final nomor Sprint dan Head To Head (Satu Lawan Satu), asuhan Aceng Supendi dan Rahmat Wahyudin Saleh itu menyingkirkan lawan sama, Sumatera Selatan.
Sungai Progo memiliki tingkat kesulitan tinggi yakni, 4 hingga 5, sama dengan Sungai Asahan, Sumatera Utara. Sehingga sangat baik untuk menguji kemampuan para calon wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia R6 2017 di Jepang Oktober ini.

Ini adalah kejurnas yang tertunda yang semula direncanakan di Aceh, Desember lalu. Beberapa kota sempat berminat menjadi tuan rumah; Medan, Bandar Lampung dan Probolinggo, namun batal.
Akhirnya pengurus FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) Yogyakarta bekerjasama dengan pengelola wisata arung jeram TOP Rafting menjadi penyelamat. Kejurnas berlangsung bergantian tiap tahun untuk kategori R6 (6 pedayung dalam perhau) dan R4 (4 pedayung dalam perahu). Sebanyak 28 regu terbaik putri dan putra dari 12 (duabelas) propinsi akan berlomba dalam kelas Junior dan Terbuka. Kelas Junior merupakan gabungan kelompok umur U-19 dan U-23 karena peserta U-19 hanya dua propinsi (Jawa Barat dan Sumatera Selatan). Sedang Kelas Terbuka adalah gabungan Kelas Terbuka (bagi pedayung di atas 17 tahun) dan Master (di atas 40 tahun), karena peserta Kelas Master hanya dua propinsi; DKI Jaya dan DIYogyakarta. Nomor-nomor yang dilombakan sesuai Kejuaraan Dunia; Sprint (adu cepat) , Head to Head, Slalom (Halang Rintang) dan Down River Race (Jarak Jauh).

Pada Kejuaraan Dunia Arung Jeram R6 (6 pedayung dalam perahu) 2015 di Sungai Ctarik, Sukabumi, Jawa Barat, Shellawati Solihin dan kawan-kawan merebut medali emas nomor Down River Race, jarak jauh. Hampir batal mengikuti kejurnas karena terhmabat biaya, keberhasilan mereka semakin berarti. Para juara kejurnas berhak mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia R6, 2017 di Sungai Yoshino, Teliba, Jepang, Oktober nanti.
Terbuka peluang bagi regu U19 putri Jawa Barat yang diperkuat; Shellawati Solihin (kapten), Lista Natasya Peniawati, Nita Karlina, Widi Nawri Lubis, Siwi Widiastuti, Andara Rizma dengan pedayung cadangan Luchy Marina Agustin, mempertahankan gelar juara dunia mereka 3-9 Oktober mendatang. Rafting Progo

Menurut Cahyo Alkantana, Direktur Eksekutif TOP Rafting, kepada Tagor Siagian, staf Humas Panitia Pelaksana Kejurnas 2017, “Arung Jeram bukan masalah ukuran tubuh. Semakin banyaknya kejuaraan yang diikuti pedayung akan membentuk stamina, mental dan kemampuan menerapkan strategi yang lebih baik. Terbukti regu U-19 Jabar bisa Juara Dunia dengan mengalahkan pedayung Brasil yang jauh lebih besar fisiknya. Karenanya BUMN harus lebih mendukung kegiatan olahraga alam, karena minat generasi muda sekarang semakin besar. Di tingkat dunia kemampuan atlit kita juga sudah diperhitungkan.”

Sebanyak 28 regu terbaik dari 12 propinsi di Indonesia akan bertarung hingga Senin, 30 Januari. Pada Minggu (29/1) nomor yang dilombakan adalah Slalom, dimana peserta melewati rintangan berupa gawang yang tergantung sepanjang 400 meter. Sedangkan di hari terakhir, Senin (30/1), pedayung diuji staminanya dalam nomor jarak jauh. Bagi putri sejauh sekitar 9,2 km dan putra 14 km.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *